MAKALAH “PELANGGARAN ETIKA BISNIS” by Tata Motors Limited (India)

MAKALAH
“PELANGGARAN ETIKA BISNIS”
by Tata Motors Limited (India)

 
Disusun oleh
Andika Yudhistira
01211077
Manajemen A
 
 
UNIVERSITAS NAROTAMA
TAHUN AJARAN 2012-2013
 

KATA PENGANTAR
 

Pertama-tama ucapan puji syukur selalu kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang selalu memberikan saya kesempatan yang luar biasa baik berupa rahmad dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan “Makalah Pelanggaran Etika Bisnis”.
Terbesit harapan agar tulisan pada makalah ini dapat lebih bermanfaat bagi kita sebagai mahasiswa dan mengerti tentang etika bisnis di dalam praktik di kehidupan sehari-hari.
Dan ucapan terima kasih yang kami sampaikan kepada Ibu Ayu Rai, yang telah membimbing saya dalam proses belajar-mengajar, dan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Akhir kata saya juga mengharapkan saran dan masukan yang membangun dari semua pihak untuk kekurangan pada makalah ini, supaya kedepannya menjadi lebih baik lagi.
 

Surabaya, 15 Oktober 2012
 
 
Penyusun
 

 
 
 
 

1

DAFTAR ISI
 

Kata pengantar 1
Daftar isi 2
Bab I. Pendahuluan
1.1       Latar belakang 3

Bab II. Pembahasan
2.1       Pengertian 5
2.2       Etika Teologis 5

2.3      Contoh kasus 5
2.4       Pemecahan masalah 6
Bab III. Penutup
3.1       Kesimpulan 7
3.2       Saran 7
Daftar Pustaka 8

2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang Masalah

Etika dalam berbisnis, saat ini harus segera mendapat perhatian serius, seiring dengan munculnya masalah pelanggaran etika dalam bisnis menyebabkan dunia perdagangan agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik, terlebih jati diri kita sebagai orang timur.
Etika dan tanggung jawab sosial harus dimiliki di dalam sebuah bisnis yang baik serta harus memiliki sesuai dengan fungsinya baik secara mikro maupun makro. Dalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara, bahkan tindakan yang identik dengan kriminalpun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Bisnis pun sebagai bagian dalam masyarakat tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan tersebut membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnis, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.

3
 
  BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Pengertian
Etika (dari bahasa Yunani “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.
Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggungjawab. Kata ‘etika’ berasal dari kata Yunani ethos yang mengandung arti yang cukup luas yaitu, tempat yang biasa ditinggali, kandang, padang rumput, kebiasaan, adab, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

2.2       Teori Etika
Ada dua hal yang perlu diingat berkaitan dengan etika teologis Pertama, etika teologis bukan hanya milik agama tertentu, melainkan setiap agama dapat memiliki etika teologisnya masing-masing.Kedua, etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum, karena itu banyak unsur-unsur di dalamnya yang terdapat dalam etika secara umum, dan dapat dimengerti setelah memahami etika secara umum.
Secara umum, etika teologis dapat didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis. Definisi tersebut menjadi kriteria pembeda antara etika filosofis dan etika teologis. Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya.

 4

2.3      Contoh kasus
Kita dapat belajar dari kasus Tata Nano, salah satu mobil termurah di dunia keluaran Tata Motor, produsen otomotif yang bermarkas di India. Pasar sasaran yang dibidik adalah konsumen menengah ke bawah serta orang-orang yang membeli mobil untuk pertama kalinya. Tata Nano adalah wujud dari impian Ratan Tata, Chairman Tata Group, akan hadirnya mobil rakyat yang terjangkau dan ramah lingkungan.
Guna mengurangi biaya, dilakukanlah penyesuaian terhadap fitur-fitur yang lazim terdapat pada mobil-mobil konvensional.

5

2.4              Pemecahan masalah
Apa yang sudah dikeluarkan oleh Tata Motor merupakan salah satu alternatif kendaraan murah di Indonesia.
Namun, ada beberapa faktor di dalam produksi Tata Motor sudah melakukan perbuatan yang sangat merugikan bagi sebagai perusahaan komponen mobil lainnya di Indonesia.
Mungkin bagi perusahaan besar seperti Toyota, Mitsubihi, Honda dan Suzuki bisa melakukan inovasi lain untuk melakukan penetrasi terhadap produk keluaran Tata Motor, tetapi tidak bisa serta merta dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang mensuplai komponen-komponen dalam pembuatan mobil.

Seperti perusahaan Rem, Roda dan Ban, Setir, Suspensi, Perlengkapan Interior (misalnya AC, Kaca, dll).

Bagi Tata Motor sebaiknya memperbaiki etika dalam berbisnis, harus bisa melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan komponen mobil yang ada di Indonesia.
Sehingga lebih banyak lagi bentuk kerjasama yang lebih bermanfaat dengan banyak perusahaan penyedia komponen-komponen tersebut.

 

6
BAB III
PENUTUP
 3.1              Kesimpulan

Pelanggan pastilah akan membanding-bandingkan produk keluaran baru dengan produk sejenis yang sudah beredar sebelumnya, apalagi dengan membandingkan harga mobil Tata Motor, dengan varian yang baru Tata Nano dengan harga yang jauh lebih murah daripada mobil-mobil yang sudah beredar Indonesia.
Guna mengatasi hal ini, diferensiasi menjadi kunci, baik dalam hal harga, kualitas, fitur-fitur fungsional dan tambahan, desain, promosi, periklanan, layanan, dan ketersediaan (seperti lokasi dan waktu). Dengan melakukan diferensiasi, sang wirausahawan mengubah atau memodifikasi produk yang lebih dulu ada untuk disesuaikan dengan kebutuhan pasar sasaran, misalnya dengan menambahkan fitur-fitur tertentu guna memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan serta membedakannya dari produk sejenis yang telah ada sebelumnya.
Yang baru kita pelajari pada kasus Tata Motor, masalah yang terjadi dikarenakan kurangnya kontrol dari pemerintah terhadap persaingan usaha yang sehat. Terutama bagi perusahaan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk), mengapa perusahaan seperti Tata Motor mampu menghadirkan mobil dengan harga jauh lebih murah?.
Semua dikembalikan kepada pemerintah sebagai pengatur regulasi bisnis di Indonesia. Dengan tetap memperhatikan persaingan yang sehat di semua bisnis.

 
3.2              Saran
1Pertama, dari sudut pandang kepuasan pelanggan, etika bisnis yang dilakukan oleh Tata Motor merupakan alternatif yang bagus dan sangat membantu ekonomi masyarakat Indonesia yang menginginkan mobil dengan harga yang bersahabat dengan kantong.
 
1Kedua, dari sudut persaingan bisnis: bahwa dengan semakin terbukanya pasar bebas (Free Trade Zone), menunjukkan bahwa Tata Motor sudah mampu menunjukkan eksistensinya sebagai pemain baru (new comer) yang bisa diperhitungkan.
2Ketiga, dari sudut normatif: inovasi yang dilakukan oleh Tata Motor sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan bisnis perusahaan komponen-komponen mobil. Pada dasarnya boleh dilakukan asal tidak merugikan pihak mana pun dan tentu saja pada jalurnya. Disini, Tata Motor mengedepankan untung hanya bagi perusaan saja tanpa bekerja sama dengan perusahaan penyedia komponen-komponen mobil.
 7

Daftar pustaka
 
http://camautama.blogspot.com/2009/03/tata-nano-mobil-termurah-di-dunia-dari_9050.html
https://docs.google.com/document/d/1dphvBV-ZNOXhN38lWWiRQT7nRrD1Ii9tk0qy86zrpyM/edit?hl=in&pli=1
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
http://id.wikipedia.org/wiki/Mobil
http://www.google.co.id/search?q=perusahaan+motor+atpf&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a#hl=id&client=firefox-a&hs=AEP&rls=org.mozilla:en-US%3Aofficial&sclient=psy-ab&q=perusahaan+motor+atpm&oq=perusahaan+motor+atpm&gs_l=serp.3..33i21.8697.10891.0.11193.6.6.0.0.0.2.444.1035.2j0j1j1j1.5.0…2.0…1c.1.DDKiNYrB_WU&pbx=1&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.&fp=24ce6486d11b012c&bpcl=35277026&biw=1440&bih=761
http://www.republika.co.id/berita/otomotif/the-20th-ims/12/09/22/maqrhi-keunikan-tata-nano-pikat-perhatian-pengunjung-iims
http://www.tatamotors.com/
www.blogspot.com
www.wordpress.com
www.wilkpedia.com
www.scrib.com
 8

ETIKA, NORMA DAN NILAI DALAM BISNIS

Disusun oleh
Andika Yudhistira
01211077
Manajemen A.
 
 
UNIVERSITAS NAROTAMA
TAHUN AJARAN 2012-2013

E.T.I.K.A

Apa itu ETIKA???

Secara Etimologi, menurut K. Berten, kata ‘etika’ berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos (bentuk kata tunggal), yang berarti tempat tinggal, kebiasaan, atau adat, akhlak, perasaan, sikap, dan cara berpikir. Atau ta etha (bentuk kata jamak), yang berarti adat kebiasaan.

Umum:
Secara umum etika memiliki pengertian dan sebagai ilmu tentang apa yang biasa kita lakukan.
berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagiman manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.

Khusus:
Adalah merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.

Etika Khusus dibagi menjadi 2:
1. Etika Sosial : Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dlm interaksinya dengan sesamanya.
2.    Etika Lingkungan hidup : Berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan.

Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

N.O.R.M.A

Apa itu NORMA???
Adalah sebuah pedoman hidup yang digunakan sebagai acuan atau patokan dalam kehidupan bermasyarakat. Norma secara tidak sengaja adalah buatan dari manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial. Masing-masing orang harus mentaati dan tidak boleh melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat, sehingga akan tercipta situasi dan kondisi yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma Umum
adalah norma yang bersifat umum (universal), lebih bersifat menyeluruh dan norma ini berlaku kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja dan apa saja.

Norma Khusus
adalah norma yang bersifat khusus, dan norma ini berlaku pada kehidupan tertentu seperti, pada saat kita bergaul yang memiliki aturan bahwa dalam pergaulan harus ada tata krama, sopan santun, simpati, dapat menjaga emosi serta tidak menyakiti hati dan perasaan orang lain (teman kita sendiri).

N.I.L.A.I
Apa itu NILAI???
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna
bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna
bagi kehidupan manusia.

Nilai Umum
adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu, dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya.

Nilai Khusus
adalah istilah yang terkait dengan unsur luar biasa dari nilai sehingga melebihi Nilai Pasar. Nilai khusus merupakan suatu penambahan nilai yang dapat diterapkan untuk pemilik/ pengguna tertentu atau pemilik/pengguna prospektif dari properti dan bukan pasar secara keseluruhan. Nilai khusus hanya dapat diterapkan untuk pembeli dengan kepentingan khusus. Nilai khusus dapat dikaitkan dengan  elemen-elemen Nilai Bisnis yang Berjalan, dan Nilai Investasi atau Manfaat Ekonomi.
 

 
SUMBER :
http://www.jaringankomputer.org/pengertian-etika-adalah/
http://www.anneahira.com/pengertian-etika.htm
http://bembyagus.blogspot.com/2012/04/pengertian-etika-dan-bisnis-sebuah.html
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090722034737AAxubkQ
http://uzey.blogspot.com/2009/09/pengertian-nilai.html

Jawaban Soal No.9

Bagaimana penerapan Sistem Informasi pada Universitas Narotama? Tuliskan pendapat Anda pada blog mahasiswa yang Anda miliki! Berikan contoh untuk mendukung jawaban Anda!

Sistem Informasi mempunyai manfaat yang sangat luar biasa dalam mengembangkan pelayanan data informasi di semua aspek kegiatan belajar-mengajar di Universitas Narotama.

Penerapannya sangat membantu semua aktivitas civitas akademika. Mulai data akademik, akses katalog online, monitoring content situs, penjaminan mutu, manajemen kelas, hingga video conference.
Selain itu juga sangat membantu mahasiswa dalam:
1.Merancang studi, mengembangkan bakat, serta mereview kekurangan/kelebihan selama masa studi hingga pengerjaan tugas, sampai peningkatan kemampuan komputerisasi di lingkup Universitas Narotama.
2.Merancang, mengembangkan dan merawat e-mail bagi mahasiswa dan staff.
3.Merancang, mengembangkan, merawat dan mengevaluasi aplikasi di masing-masing unit kerja yang mempunyai Sistem Informasi Unit sebagai sarana pendukung Sistem Informasi terebut.
4.Melakukan evaluasi dan pembinaan operasional terhadap Sistem Informasi di Universitas Narotama.

Penggunaan Sistem Informasi di dalam kegiatan belajar di Universitas Narotama, sangat membantu mahasiswa, terutama kemudahan data-data.
Seiring dengan visi kampus, sebagai green campus, maka pemberian tugas dan pengumpulan tugas antara mahasiswa dan dosen, bisa melalui media Sistem Informasi, tanpa harus mencetak hasil tugas di kertas ( Paperless)
Manfaat lainnya, dengan mengetahui nilai pada semester ini, maka mahasiswa bisa langsung merancang rencana studinya sendiri di semester yang akan datang.

Dan penerapan sistem informasi ini diharapakn terus ditingkatkan, terutama seputar sistem informasi keuangan.
Karena beberapa waktu lalu, Universita Narotama menggandeng Bank BTN untuk mempermudah mahasiswa di dalam menyelesaikan keuangan studinya. Namun, hingga sekarang belum ada progress yang maksimal.

Harapan saya, peningkatan (inovasi) akan pemanfaatan sistem informasi di Universitas Narotama lebih ditingkatkan. Sehingga menjadi nilai lebih dan meningkatkan daya saing bagi mahasiswa.

Terima kasih.